Generasi Z, atau Gen Z, adalah generasi yang lahir di era digital dan terpapar oleh informasi yang melimpah sejak usia dini. Ini mempengaruhi cara mereka menerima inspirasi dan motivasi. Dalam artikel ini, kami berbincang dengan Andra Donatta dari Asadaya.id untuk mengeksplorasi mengapa pendekatan tradisional untuk memberikan inspirasi mungkin tidak efektif bagi Gen Z dan bagaimana pendekatan baru dapat lebih berhasil.
Perubahan Cara Memberi Inspirasi
Dulu, memberikan inspirasi sering kali dilakukan dengan cara memberikan wejangan atau nasihat langsung. Orang tua, guru, dan pemimpin akan memberikan instruksi spesifik tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Pendekatan ini berhasil untuk generasi sebelumnya karena informasi yang tersedia lebih terbatas dan otoritas sering kali dianggap sebagai sumber utama pengetahuan.
Namun, Gen Z hidup di dunia yang sangat berbeda. Mereka tumbuh dengan akses mudah ke internet dan berbagai sumber informasi. Mereka dapat dengan cepat mencari tahu “what to do” dan “how to do” tanpa perlu diberitahu oleh otoritas. Hal ini membuat mereka kurang responsif terhadap nasihat yang disampaikan dengan cara ceramah tradisional.
Pentingnya Memulai dengan Why
Simon Sinek, seorang penulis dan pemimpin pemikiran terkenal, memperkenalkan konsep “Start with Why”. Dia berargumen bahwa untuk menginspirasi orang, kita harus mulai dengan menjelaskan “mengapa” sesuatu itu penting. Ini sangat relevan untuk Gen Z yang lebih mandiri dan kritis dalam berpikir.
Andra Donatta menjelaskan, “Ketika memotivasi Gen Z, penting untuk fokus pada why pribadi mereka daripada hanya why perusahaan atau organisasi. Menghubungkan motivasi dengan tujuan pribadi mereka membuat inspirasi lebih relevan dan bermakna bagi mereka. Misalnya, alih-alih mengatakan ‘Ini penting untuk perusahaan,’ lebih baik menjelaskan ‘Ini penting untuk pengembangan pribadi kamu dan masa depan kamu.'”
Dampak Paparan Informasi
Paparan informasi yang lebih baik berarti Gen Z sering kali sudah tahu banyak tentang apa yang perlu mereka lakukan. Mereka lebih suka dipandu dalam memahami mengapa suatu tindakan penting dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi mereka secara pribadi. Oleh karena itu, pendekatan yang berfokus pada inspirasi dengan memulai dari why dan mengaitkannya dengan tujuan pribadi lebih efektif.
Dalam wawancara kami, Andra Donatta, narasumber dari Asadaya.id, menekankan pentingnya memahami dan beradaptasi dengan kebutuhan Gen Z. “Gen Z adalah generasi yang kritis dan mandiri. Mereka membutuhkan lebih dari sekadar instruksi; mereka membutuhkan pemahaman mendalam tentang mengapa mereka melakukan sesuatu dan bagaimana hal itu akan berdampak pada mereka,” ujar Andra.
Menurut Andra Donatta, pendekatan yang berfokus pada why tidak hanya membuat inspirasi lebih efektif tetapi juga membantu individu untuk merasa lebih terhubung dan termotivasi untuk mencapai tujuan mereka. Asadaya.id menggunakan metode ini dalam program-program pengembangan sumber daya manusia mereka, memberikan inspirasi yang relevan dan bermakna bagi Gen Z.
Kesimpulan
Menginspirasi Gen Z memerlukan pendekatan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Memulai dengan why dan menghubungkannya dengan tujuan pribadi mereka adalah kunci untuk memotivasi mereka secara efektif. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan ini, pemimpin, guru, dan orang tua dapat lebih berhasil dalam menginspirasi dan memotivasi Gen Z.
Dengan demikian, penting untuk terus mengevaluasi dan menyesuaikan cara kita berkomunikasi dan memberikan inspirasi seiring dengan perkembangan generasi dan teknologi. Andra Donatta dan Asadaya.id menunjukkan bagaimana pendekatan yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam memotivasi dan menginspirasi generasi muda.
Apakah perusahaan Anda memiliki pekerja dari generasi Gen Z? Kontak tim Asadaya.id untuk mendapatkan insight dan training yang tepat bersama Andra Donatta untuk meningkatkan kinerja tim SDM Anda, terutama dari Gen Z, dan bagaimana generasi lain bisa menyikapi mereka dengan tepat.